Legalisasi
Dalam kesunyian, diriku melangkah di lorong kehidupan dengan hening, memeluk ketenangan sebagai sahabat setia. Kecamuk dunia luar tak kuizinkan merasuki rahasia hati yang dibiarkanku damai. Dalam kebebasan yang kusukai, pikiranku melayang tanpa terkekang oleh opini dan intervensi dunia.
Namun, di balik keheningan itu, tersembunyi abstrak pelik dari dendam yang mengakar dalam jiwa. Aku bukanlah pendiam yang tunduk pada keheningan, melainkan beku dalam keberanian meresapi setiap luka yang tak pernah terlupakan. Setiap penderitaan yang menusuk hatiku, menjadi lahan subur untuk benih pembalasan yang tumbuh subur.
Dalam kegelapan kesendirian, aku memupuk kekuatan. Tanpa cela, setiap tindakan balas dendam terukir indah dalam skema pikir yang rumit. Pemikiran intelektual menggiringku pada strategi yang terukir dengan cermat, sebuah pertarungan pikiran yang tak terlihat oleh mata, namun merajai setiap langkah.
Hati ini menjadi medan pertempuran, tempat di mana kebebasan bertemu dengan dendam yang membara. Dalam keseimbangan yang rapuh, aku menjadi senjata yang mematikan bagi mereka yang mencoba menyakitiku. Begitu sulit melupakan setiap bekas luka, seakan menjadi mantra yang memandu setiap langkah.
Aku bukanlah ancaman yang terlihat, tetapi di balik bayang-bayang keheningan, aku melahirkan keberanian dan kebijaksanaan. Sebuah kisah penuh misteri dan teka-teki, di mana pendiamku adalah panggung bagi pertunjukan intelektual gelap yang memahat takdirnya sendiri,sebuah legalisasi yang sangat bisa menghantuimu.
Komentar
Posting Komentar