Dengkur mimpi
diam dalam hening, mengolah titik inti diri, sejenak; mengingat dengkur kata-kata malam, yang menjulurkan mimpi. yang pada akhirnya berterbit sesosok mitos dari fajar pengakuan.
menjadi satu dari yang berbilang, satu yang ter qadha qadar, dan genap dalam qudrat iradat kesemestaan.
gerak kitapun ahad, batil sucipun sebab akibat, semua larut, dalam diri yang bukan lagi pribadi, kini akupun bukan lagi saya.
Komentar
Posting Komentar