Terik siang
Di kala siang menghampiri.
Terik panas terasa menyengat kebersamaan.
Saat itu, entah kau atau aku.
Akan mengurai pikiran satu sama lain.
Menyebabkan kedekatan kita melebar.
Angan kita terhenti demi keadaan.
Sadarku-sadarmu berdiskusi dalam khayalan.
Tapi kita saling mencintai kan?
Walau harapmu bukan nyataku.
Lalu kita saling menyayangi kan?
Walau raga-raga ini enggan bersentuhan.
Kita juga saling mengasihi kan?
Walau kejelasan masih memakan waktu.
Dan kita saling memahami kan?
Walau belum tentu saling memiliki.
Tetapi filsafatku akan bekerja.
Mengejar keabadian cinta.
Sebab siang terik adalah niscaya.
Komentar
Posting Komentar