SANG KATAK
Saya akan bercerita lewat dongeng fiksi tapi bisa diambil hkmah dalam keadaan fakta hari ini hari Selasa 11 November 2014 dimana adalah hari ulang tahun saya, sedikit mengenang kegalauan yang menjadi mimpi aku selama ini, dulu saya pernah mengalami suatu fase dimana diri ini merasa terhina dan menganggap bahwa tuhan tidak adil atas kehidupan ini karena selalu merasa mempunyai banyak kekurangan.
Cerita ini saya tujukan kepada orang yang menganggap dirinya punya kekurang tapi tidak memikirkan akan kelebihan nya.
**KISAH KATAK DAN SAYEMBARA TIANG**
Di sebuah hutan yang lebat, terdapat kerajaan katak yang makmur dan damai. Semua katak hidup dalam harmoni, melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh cinta dan sukacita. Namun, kebahagiaan ini terancam saat Raja Katak, yang bijaksana dan dicintai rakyatnya, meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya sejak lama. Rakyat pun berduka mendalam.
Sejak kepergian rajanya, keadaan di kerajaan mulai kacau. Putri Raja Katak, satu-satunya ahli waris, belum menikah, dan pemerintahan sementara dikelola oleh Panglima Kerajaan yang tidak berpengalaman. Ketidakpastian ini membuat seluruh rakyat katak gelisah dan cemas.
Setahun kemudian...
Melihat kegelisahan rakyatnya, Putri Katak teringat akan pesan almarhum ayahnya yang selalu mengingatkannya untuk segera menikah. Putri merasa bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi kekacauan ini adalah dengan mengadakan sayembara. "Barang siapa yang berhasil memenangkan sayembara ini akan menjadi penerus tahta kerajaan. Jika peserta belum menikah, ia akan menikah denganku; jika sudah menikah, ia akan diangkat menjadi kakakku," kata Putri dengan tegas.
Pihak istana setuju dengan usulan putri dan bertanya mengenai jenis sayembara yang akan diadakan. Putri kemudian mengingat masa kecilnya ketika ayahnya mengajarinya memanjat tiang tinggi di halaman istana. Dengan penuh keyakinan, putri mengusulkan sayembara memanjat tiang. "Barang siapa yang sampai ke puncak tiang dengan cepat dan mengambil bendera kerajaan akan menjadi raja," jelasnya.
Meskipun beberapa pihak merasa bahwa sayembara ini aneh, keputusan putri tetap diterima.
Seminggu kemudian...
Di hari yang ditentukan, seluruh katak berkumpul di halaman kerajaan dengan penuh semangat. Pada pagi yang cerah, mereka siap mengikuti sayembara yang bisa mengubah hidup mereka. Dengan tiang tinggi yang menjulang di tengah halaman, semua katak bersiap untuk memulai perlombaan.
Saat gong sayembara dibunyikan, semua katak berlarian menuju tiang dan mulai memanjat dengan penuh semangat. Mereka dibantu oleh istri dan anak-anak yang bersorak-sorai dari bawah, memberikan semangat dan dukungan. Namun, semakin tinggi mereka memanjat, semakin banyak katak yang terjatuh akibat ketakutan melihat ketinggian atau terpengaruh oleh keributan di bawah. Suasana menjadi semakin tegang, dan banyak yang terluka akibat jatuh dari tiang.
Di tengah kekacauan tersebut, ada satu katak yang tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh keributan di bawah. Katak ini terus memanjat dengan hati-hati, tanpa pernah melihat ke bawah atau mendengarkan suara-suara di sekelilingnya. Dengan tekad yang kuat, katak ini memanjat perlahan namun pasti hingga mencapai puncak tiang, mengambil bendera kerajaan, dan turun dengan hati-hati.
Ketika katak itu tiba di bawah, semua katak terdiam dalam kekaguman. Mereka tidak percaya bahwa katak yang tampaknya lemah dan tidak menonjol bisa mencapai puncak.
Pertanyaannya adalah, mengapa katak itu bisa memenangkan sayembara?
Jawabannya adalah:Katak itu buta dan tuli. Karena ia tidak bisa melihat ke bawah yang membuatnya takut, dan ia tidak mendengarkan katak lain yg membuatnya panik, Katak ini terus maju dengan tekad dan fokus, membuktikan bahwa kekurangan fisik mampu menjadi kelebihan
Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kekurangan kita bukanlah halangan. Justru, seringkali kekurangan tersebut dapat menjadi kelebihan yang tersembunyi, membantu kita mencapai tujuan yang tampaknya tidak mungkin.
Oleh: Nurniaman
Jos
BalasHapusJos kotos kotos😂
Hapus